5 Kesalahan Fatal saat Mendesain Logo

5 Kesalahan Fatal saat Mendesain Logo


1. Terlalu mengandalkan Trends
Industri desain sering kali didominasi oleh tren desain yang berbeda dari masa ke masa. Seringkali, desainer logo membuat kesalahan dengan mendesain logo berdasarkan tren desain masa kini.

Desain logo perusahaan adalah simbol identitasnya dan harus abadi dan jika dirancang sesuai dengan tren maka mungkin akan segera terlihat kuno dan klise. Tren menghilang dalam kepulan asap waktu dan itulah mengapa terlalu mengandalkan tren saat mendesain logo, bisa lebih merugikan daripada menguntungkan organisasi. Meskipun Anda selalu dapat mengambil inspirasi dari tren, tetapi pastikan logo yang Anda desain tahan lama, unik, dan menarik.

2. Penggunaan Font yang tidak tepat

Jenis huruf yang baik dapat membuat desain logo terlihat berkesan sama seperti jenis huruf yang buruk dapat membuatnya terlihat tidak profesional dan saya yakin Anda tidak ingin mengambil risiko di sini. Seorang desainer logo perlu membuat keputusan bijak dalam memilih jenis huruf, penggunaan terlalu banyak jenis huruf dalam satu jenis logo harus dihindari untuk hasil terbaik. Setiap jenis huruf memiliki kepribadian dan untuk menjadi seorang desainer, Anda perlu memilih font yang mencerminkan karakteristik ikon dan sesuai dengan pesan dari branding itu sendiri.

Meskipun banyak desainer logo sering memasukkan terlalu banyak tipografi untuk membuat logo terlihat menarik tetapi pada akhirnya malah terlihat seperti desain yang amatir. Idealnya, disarankan untuk menambahkan satu atau dua tipografi font dalam desain logo daripada beberapa jenis font.

3. Pemilihan Warna yang Buruk

colors_-_workly_01_2x.jpg
Illustrasi: Dribbble.com

Ini adalah kesalahan paling umum yang sering dilakukan desainer, mereka seenaknya memilih warna untuk logo dan beberapa tidak sabar untuk menambahkan warna. Memahami psikologi di balik warna penting untuk mendesain logo yang mengesankan. Sebagai seorang desainer, Anda perlu memilih warna yang selaras dengan kepribadian dan pesan makna dari branding tersebut. Proses pemikiran dan pengkajian harus ada di balik pemilihan skema warna tertentu, jika tidak, itu mungkin akan berdampak buruk untuk citra perusahaan.

Selanjutnya, Pemilihan warna harus menjadi keputusan terakhir Anda, jadi pertama-tama, Anda perlu memeriksa logo dalam kondisi pewarnaan hitam, putih dan abu-abu. Logo yang bagus biasanya tampak bagus dalam warna hitam & putih sehingga akan bagus juga dalam bentuk warna apapun. Jadi, disarankan untuk tidak terburu-buru menambahkan warna pada logo adalah opsi yang paling utama.

4. Membuat Desain yang Kompleks

Desain logo Anda harus sederhana dan efektif. Tujuan & filosopi utama dari logo akan dikalahkan jika logo Anda terlalu rumit dan audiens Anda perlu berjuang keras untuk memahami makna di balik logo tersebut.

Desain logo dengan terlalu banyak warna, pasangan jenis huruf yang buruk, dan terlalu banyak ikon dapat membuat logo terlihat rumit dan mungkin akan salah merepresentasikan. Semua branding terkenal hingga branding terbaru masa kini semuanya memiliki satu kesamaan, logo mereka sederhana namun mudah diingat. Jadi, sebagai seorang desainer, Anda harus berusaha keras untuk mencapai kesederhanaan dalam desain logo Anda agar dapat berkesan di benak audiens.

5. Plagiarisme

Ini adalah salah satu kesalahan terbesar dan paling umum yang dapat dilakukan oleh seorang desainer logo. Setiap desainer profesional memahami pentingnya desain logo yang orisinal dan unik.

Tujuan dari logo adalah untuk mewakili perusahaan dalam penggambaran branding yang terbaik dan ketika desainer mencoba langkah yang lebih cepat dengan menyalin atau mencuri ide dari karya orang lain maka hal itu akan berdampak negatif pada branding perusahaan tersebut. Selain itu, plagiarisme juga dapat mengakibatkan konsekuensi hukum dan mungkin harus membayar mahal untuk hal tersebut.



Written by agustriana
at Feb 1, 2021 12:59 PM